Hari Ini:

Sabtu 16 Dec 2017

Jam Buka Toko:

08.00 s/d 16.30 WIB

Telpon:

089668636870

SMS/Whatsapp:

087832133637

Line ID:

085640220094

Email:

phoscctv@gmail.com

CONTACT PERSON

YOHAN

 SMS  : 087832133637
 BBM  : D0B2C293
 WA   : +6287832133637
 24Hours, 7Days/Week

Email: yohan@phoscctv.com

Temukan kami di

Pembayaran Melalui

Resolusi CCTV

05 Juli 2017 - Kategori Blog

Resolution adalah istilah yang kerap kita dengar pada saat seseorang menjelaskan mengenai kualitas dari satu produk camera CCTV murah semarang. Secara umum dikatakan, makin tinggi nilai resolusi satu camera, maka kualitas gambarnya akan semakin halus (baca: baik). Sebagai contoh, camera dengan resolusi 480 tv line (tvl) akan lebih halus daripada camera 380 tv line, 550 tvl lebih halus ketimbang 480, demikian seterusnya. Tapi pernahkah kita mendengar istilah resolusi lain, yaitu yang dinyatakan dalam CIF, D1, QCIF dan lainnya? Jika belum, kami akan menjelaskan duduk perkaranya, mengapa sampai dijumpai adanya dua istilah berbeda dalam menjelaskan resolusi tersebut.

Dampak Perubahan Analog ke Digital
Dalam dunia televisi, hingga saat ini dikenal beberapa sistem standar, diantaranya (yang paling populer) adalah NTSC dan PAL. Dalam sistem NTSC dinyatakan, untuk menampilkan satu gambar secara utuh diperlukan 2 bidang (istilahya field)  yang masing-masing terbentuk dari 240 garis hitam (ganjil) dan 240 garis putih (genap).

Berdasarkan hal itu, maka apabila satu camera CCTV murah semarang -katakanlah sekian tv line- kita sambung langsung ke monitor TV biasa, maka resolusi yang ditampilkan adalah apa adanya, tanpa proses apa-apa lagi. Demikian juga halnya dengan resolusi-resolusi lainnya. Jadi, dalam keadaan seperti ini tidak terjadi apa-apa, selain wujud resolusi camera itu sendiri yang dinyatakan dalam TV lines. Ranah ini dinamakan ranah analog.
Namun, ceritanya akan menjadi lain apabila kita hubungkan camera tadi dengan DVR untuk direkam. Dalam keadaan ini, output camera akan mengalami proses digitalisasi (lagi) pada DVR. Nah, dampak dari proses inilah yang nantinya menghasilkan istilah resolusi baru dan seringkali terdengar membingungkan, yaitu CIFQCIFD1 dan lainnya. Resolusi ini adalah hasil dari proses prekaman (recording), sehingga dikatakan DVR ini dapat merekam sekian fps dalam resolusi CIF. Alhasil, jika resolusi camera analog dinyatakan dalam tv line, maka setelah direkam oleh DVR akan menghasilkan resolusi lain, misalnya CIFD1 dan lainnya.

Lalu apakah artinya D1CIF dan QCIF?  Ini adalah resolusi sebagai hasil dari proses perekaman sinyal secara digital yang umumnya ditulis sebagai bentuk perkalian sekian kali sekian pixel (picture element). Penjelasan singkatnya begini:
– D1 menyatakan resolusi 704 x 480 pixels (pada sistem camera NTSC) atau 720 x 576 pixels (pada sinyal PAL). Perlu diketahui, bahwa ini adalah resolusi tertinggi yang bisa direkam dan disimpan oleh sistem DVR masa kini. Jika ada yang mengatakan selain ini, maka mereka keliru. Beberapa DVR kelas atas bisa melakukan rekaman setinggi ini. Namun, banyak DVR pula yang menyatakan bisa merekam secara real timepada 25 fps, tetapi jika spec.-nya dibaca sekali lagi, maka rekaman itu dilakukan pada resolusi CIF, bukan D1.
– CIF merupakan singkatan dari Common Intermediate (or Interchange) Format yang berukuran 352 x 240 pixels (lebih kecil daripada D1). Resolusi inilah yang umum digunakan pada DVR kelas menengah untuk merekam video secara real time (25 fps). Pada DVR kelas tinggi, resolusi inilah yang umumnya dipakai untuk video streaming via internet, sebab jika menggunakan D1 akan memboroskan bandwidth.
– QCIF memiliki ukuran lebih kecil lagi, yaitu 176 x 120 pixels. Resolusi ini sering dipakai untuk melihat tampilan video melalui perangkat mobile (smartphone), karena sedikit menguras bandwidth.
Pendek kata, TVL adalah resolusi untuk camera analog, sedangkan CIF dan lainnya merupakan istilah resolusi yang dipakai pada sinyal-sinyal digital, seperti DVR dan IP camera.

Share

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,